
Selepas sidang Tugas Akhir, kakakku dengan sigapnya segera meletakkan CV dan surat lamaran nya ke berbagai lowonga kerja yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya, serta kemampuan dan juga pengalaman yang telah dialaminya. Berhubung kaka ku adalah lulusan dari suatu fakultas yang berspesifikasi perbankan, ia pun memaksimalkan pengiriman CV dan juga lamaran kerjanyake lembaga-lembaga bank baik melalui cara konvensional seperti mengirim lewat pos dan juga dengan cara yang lebih simple dan modern seperti pengiriman lewat e-mail yang saat ini banyak dipergunakan oleh perusahaan- perusahaan.
Satu per satu lamaran pekerjaan kaka ku tersebut mulai menuai hasilnya. Kaka ku di panggil untuk mengikuti serangkaian tes penyeleksian dan juga wawancara (bagian paling menentukan) untuk diterima menjadi salah satu pegawai. Berbagai bank seperti bank Mandiri, bank BTN, dan bank Danamon memanggilnya dalam waktu yng berlainan untuk mengikuti seleksi dengan cara yang berbeda- beda pula.
Petualangan seorang lulusan D3 Perbankan dalam mencari pekerjaan dimulai dari bank Mandiri. Bank Mandiri adalah salah satu bank terrbesar di Indonesia, dengan predikat yang berat tersebut mau tidak mau mengharuskan pihak-pihak dari bagian pemgembangan sumber daya manusia, untuk mendapatkan sumber daya- sumber daya manusia yang berkualitas baik secara fisik maupun intelektual (menurut pandangan saya). Kaka ku yang notabene lulusan D3 pun harus menerima keputusan bahwa ia tidak diterima menjadi pegawai bank Mandiri (bagian teller), karena:
- tahap seleksi awal sangat melihat tinggi badan dari para pelamar kerja (seperti yang tertulis sebelumnya bahwa bank yang bereputasi sangat tinggi, sangat menilai penampilan fisik)
- tahap pertama boeh dilalui kaka ku, namun tahap selanjutnya tidak luput dari penyeleksian yang cukup tidak fair, yaiytu hanya melihat ijazah (D3 sudah pasti tidak diteima, mungkin karena syarat nya memang seperi itu).
- alhasil kaka ku tinggal menunggu pangilan dari bank lainnya.
Panggilan berikut nya berasal dari bank BTN. Lebih unik lagi tahap penyeleksiannya. Penyeleksian dilakukan tidak dalam satu hari. Jadi hari pertama para pelamar kerja dipanggil untuk diseleksi di suatu tempat, dan dilakukan seleksi berikutnya di hari lain bagi yang lolos seleksi pertama (jeda harinya bisa semingguan lohh). Tempat penyeleksiannya pun berbeda-beda dari awal yamg berlokasi di Tanah Abang, kemudian seleksi kedua berlokasi di daerah Kemang, seleksi ke 3 dan ke 4 yang berlokasi di UI salemba, serta sampai tahap seleksi ke 5 (yamg kebetulan saya tidak ingat) yang boleh diikuti kaka ku. Dari tahap ini kaka ku menunggu untuk keputusan selanjutnya dalam waktu yang sangat lama-bagi seorang lulusan baru yang gencar- gencarnya mencari pekerjaan.
Tunggu punya tunggu berderinglah telepon dari seorang pria yang kenmudian diketahui adalah salah satu staff pengembangan sumber daya manusia yang memberikan informasi bahwa kakaku berhak mengikuti tahap seleksi untuk bank Danamon. Seperti halnya Bank BTN, Bank Danamon pun melakukan tahap seleksi yang memakan waktu beberapa hari, namun tidak sepanjang proses dari bank BTN. Pada Bank Danamon ada 4 tahap menuju diterimanya menjadi pegawai.
- Tahap pertana para pelamar kerja diminta untuk menjawab soal- soal yang sengaja dibuat untuk mengetahui sisi psikologi dari para pelamar yang dikenal dengan psikotest. Tahap ini boleh dilalui oleh kaka ku dengan lancar dan denga segera dijadwalkan untuk mengikuti tes tahap selanjutnya.
- tahap kedua (tahap menegangkan pertama) yaitu wawancara/interview oleh pihak pengelola sumber daya manusia. Tahap yang menegangkan iniyang juga dikatakansebagian besar orang sebagai tahap yang mematikan, dimana secara empat mata pelamar dihadapkan dengan pewawancara yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terpikirkan sehingga terkadang banyak orang yang tidak mampu menjawab dengan baik dan akhirnya gagal. Namun kaka ku boleh melalui tahap ini dengan baik dan siap menuju tahap berikutnya.
- Tahap ini masih merupakan tahap wawancara, namun wawancatra dilakukan oleh user atau pihak Bank Danamon yang akan mempekerjakan para pelamar tersebut secara langsung. Dalam tahap ini pelamar diberikan pertanyaan yang berhubungan dengan kesediaanya untuk ditempatkan bekerja di cabang Bank Danamon dimanapun. Dari sini akan terlihat kemauan dan kesiapan para pelamar untuk meniti karirnya.
- Tahap akhir adalah medical check-up dimana para pelamar yang telah lolos tahap-tahap sebelumnya diharuskan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk kelangsungan karir yang akan ia jalankan.
Tahap- tahap tersebut dapat dilalui dengan baik oleh kaka ku, dan akhirnya pada awal November 2009, ia boleh memlai melaksanakan training sebagai teller di Bank Danamon sesuai dengan pendidikan yang ia rajut selama 3 tahun. Hmmmmm……………