PILIHAN GANDA
ESSAY
1. Jenis-jenis konsep koperasi, yaitu:
a) Konsep Koperasi Barat merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Adapun unsur-unsur positif dalam Konsep Koperasi Barat antara lain :
b) Konsep Koperasi Sosialis adalah koperasi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah yang memiliki tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Dan menurut konsepnya, koperasi ini tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan sistem sosialis-komunis.
c) Konsep Koperasi Negara Berkembang adalah koperasi yang sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
2. Dari laporan pertanggung jawaban pengurus Koperasi “Ahimsa” tahun 2005 diperoleh data sbb:
NO
(DALAM 000)
1
c) Cadangan
323.000
2
3
4
Selain itu di peroleh data simpanan anggota dan volume usaha per anggota adalah sebagai berikut : ( dalam 000)
NAMA ANGGOTA
JUMLAH SIMPANAN
VOLUME USAHA
s/d
125
Hitunglah besarnya Sisa Hasil Usaha yang harus diterima masing-masing anggota, bila jasa Anggota terdiri dari 25% jasa modal anggota dan 75% jasa uasaha anggota.
Jawab:
Cadangan = 323.000
Simpanan Anggota (Sa) :
Total Modal Simpanan (TMS) = 125.800
Volume Usaha Anggota (Va) :
Total Volume Usaha Anggota (TVA) = 579.950
Jasa Usaha Anggota (JUA)
= 75% x 323.000
= 242.250
Jasa Modal Anggota (JMA)
= 25% x 323.000
= 80.750
a) SHU Usaha Ahimsa
= Va / TVA (JUA)
= 25.250 / 579.950 (242.250)
= 10.547,138
SHU Modal Ahimsa
= Sa / TMS (JMA)
= 2.750 / 125.800 (80.750)
= 1.765,203
SHU Ahimsa
= 10.547,138 + 1.765,203 (1000)
= 12.312.341
b) SHU Usaha Annisa
= 20.575 / 579.950 (242.250)
= 8.594,351
SHU Modal Annisa
= 3.250 / 125.800 (80.750)
= 2.086,149
SHU Annisa
= 8.594,351 + 2.086,149 (1000)
= 10.680.500
c) SHU Usaha Rizky
= 15.750/ 579.950 (242.250)
= 6.578,908
SHU Modal Rizky
= 2.250 / 125.800 (80.750)
= 1.444,257
SHU Rizky
= 6.578,908 + 1.444,257 (1000)
= 8.023.165
Bekerja pada sebuah Rumah Sakit besar di Jakarta, seorang pegawai dengan tanggungan 3 orang anak serta seorang suami yang tidak bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, merupakan suatu hal yang cukup menguntungkan dan membawa rasa aman, sebagai salah satu Rumah Sakit Pemerintah nomor 1 di Indonesia, menjadikan pegawai tetap di sana memiliki status sebagai pegawai negeri sipil (PNS), yang notabene di gaji (gaji pokok) oleh pemerintah; mendapat tunjangan-tunjangan untuk suami/istri, anak, umum, serta fungsional; subsidi beras; asuransi kesehatan untuk pegawai dan keluarga; dana insentif; serta dana pensiun yang diberikan sampai sang pegawai meninggal dunia, bahkan masih dapat dilanjutkan lagi (dana pensiun tersebut) apabila pegawai tersebut masih memiliki istri/suami; dan lain-lain.
Tidak hanya hal-hal di atas, pegawai pun berhak untuk meminjam dana dari koperasi atau badan usaha yang bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya, yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Sebagai badan usaha yang memiliki anggota yang tentunya mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, koperasi secara umum dikelompokkan menjadi :
Prosedurnya :
Para pegawai (pegawai tetap) tidak hanya dapat menuntut haknya untuk meminjam dana, namun juga harus melaksanakan kewajibannya yaitu membayar Simpanan Wajib – sebagai salah satu modal koperasi – yang dibayarkan melalui penghasilan kotor yang dipotong. Simpanan Wajib ini nantinya akan di akumulasikan untuk kemudian dikembalikan kepada pegawai melalui dana pensiun. Setelah kewajiban dipenuhi, pegawai berhak meminjam dana yang dibutuhkan, pembayarannya dilakukan melalui pemotongan penghasilan kotor per-bulan. Peminjaman tidak dibatasi frekuensinya, asalkan pegawai telah melunasinya terlebih dahulu sebelum akan meminjam lagi. Jadi, kebutuhan apapun dapat teratasi dengan adanya koperasi simpan pinjam ini, karena system peminjaman yang mudah, dan pengembaliannya yang relative terasa ringan (dibandingkan lembaga keuangan lainnya).
Contoh : seorang pegawai tetap pada Rumah Sakit X, menjadi salah satu anggota koperasi pada rumah sakit tersebut. Penghasilan kotornya setiap bulan Rp 2.985.000,- Penghasilan kotor tersebut mengalami pemotongan-pemotongan antara lain Pajak Penghasilan (Pph), tabungan perumahan, dan tentunya Simpanan Wajib (sebagai salah satu anggota koperasi) sebesar Rp 256.000,- Dengan dikenakan biaya Simpanan Wajib tersebut, ia berhak meminjam dana dari koperasi. Iapun meminjam dana sebesar Rp 10.000.000,- untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya dan kebutuhan hidup keluarganya. Ia mengambil system pembayaran 10x selama 1 tahun, yaitu sebesar Rp 1.100.000,- jumlah dana yang dipotong dari penghasilan kotornya per bulannya. Rp 100.000,- merupakan bunga 1% dari cicilan yang sebesar Rp 1.000.000,- per bulan. Namun bunga ini pun akan diakumulasikan dan dibagikan kembali pada pegawai tersebut setiap akhir tahunnya, yang disebut SHU (Sisa Hasil Usaha).
7.30 pagi, waktu keberangkatan paaaling siang untuk menuju ke sebuah Rumah Sakit tempat seorang ibu bekerja dan mencari nafkah. Dengan menggunakan jasa transportasi umum yang paling banyak digunakan para pegawai untuk sampai ke tempat kerja mereka, khususnya di wilayah Jabodetabek, yaapp……… Kereta Api. Transportasi umum yang sangat merakyat, ekonomis, dan sekaligus cepat mengantarkan penumpangnya, tanpa hambatan (walaupun akhir-akhir ini agak memuakkan melihat jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api yang tidak sesuai, dalam artian selalu saja ada perubahan bahkan pembatalan), namun tetap saja diminati oleh sekian banyak pegawai, mahasiswa, dan orang-orang dengan berbagai tujuan lainnya.
Dari pukul 7.30 pagi, ibu tadi berangkat dengan kereta api jurusan Depok – Jakarta untuk menuju Rumah Sakit C**** M*********** tempat ia bekerja. Bekerja di Rumah Sakit, bukan berarti dokter atau perawat saja, loh. Karena begitu banyaknya kebutuhan pasien (apalagi di Rumah Sakit besar seperti ini) memperkerjakan begitu banyak pegawai yang diberikan tugas masing-masing, seperti bagian administrasi, bagian apotek, dll yang masing-masing dimiliki oleh semua poli atau bagian klinik yang di menangani kasus-kasus pasien yang telah digolongkan, seperti poli anak khusus menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan psikologi pada anak, poli penyakit dalam, dll. Pegawai di bagian administrasi pada poli anaklah pekerjaan yang digeluti ibu ini selama puluhan tahun. Ckckckck…… Tepat pukul 8.20 ia sampai dan segera meletakkan telapak tangannya ke atas sebuah mesin yan telah di set untuk keperluan absensi para pegawai di sana. Fiuuuhh…… hampir saja terlambat, sebenarnya jam masuk adalah pukul 8.00 namun diberikan toleransi sekitar 30 menit, sehingga ada batas keterlambatan sampai pukul 8.30, lebih dari itu pegawai akan dikenakan sanksi keterlambatan kira-kira 10.000,- yang ditarik melalui pemotongan dana insentif pegawai (bukan gaji loh…) nah, dari absensi inilah, ibu tadi beserta pegawai lainnya dinilai kinerjanya oleh atasan mereka, terlihat pegawai mana yang sungguh-sungguh melaksanakan pekerjaannya dengan kedisiplinan mereka untuk datang tepat waktu. Setelah melewati absensi, kinerja juga dapat dinilai oleh kepala (bagian) di departemen masing-masing. Ketelatenannya dalam melayani kebutuhan pasien, kedisiplinan dalam mengenakan seragam pun turut dinilai. Namun di bagian ini, tidak ada kenaikan pangkat ataupun bonus-bonus tertentu yang diberikan pada pegawai apabila telah melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Namun karena keikhlasannya dalam bekerja, sang ibu tetap setia pada pekerjaannya yang telah dijalakannya selama puluhan tahun.
Namun ada cara unik lainnya untuk menilai kinerja dari pegawai. Informasi ini diketahui dari sumber penilainya langsung, yang diberi kepercayaan untuk menilai kinerja dari pegawai di suatu bank (sebut saja Bank X), dengan menjadi :
Selain melalui kedatangan lansung atau Mistery Guest, ada juga penilaian kinerja melalui
seperti pada kinerja seorang ibu yang bekerja di Rumah Sakit tadi, namun perbedaannya pun kemudian dapat menerima bonus-bonus khusus sebagai imbalan atas pelaksanaan pekerjaan yang baik oleh para pegawai. Pegawai pun tidak ada alasan untuk tidak bekerja dengan maksimal serta saling berlomba-lomba untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan tempat mereka bekerja, karena tidak pernah tahu kapan penilaian akan berjalan untuk setiap kinerja mereka.
Hihiiii…… sebagai lanjutan pembahasan dari pengalaman kakakku tentang kisahnya mengikuti seleksi-seleksi dan wawancara, ada lagi yang boleh di share……
Dengan bangganya atas pekerjaan barunya yang didapat kakakku segera setelah ia di wisuda – dengan perjuangan dan petualangan yang cukup melelahkan tentunya – berceritalah ia sesaat setelah sampai di rumah sepulang kerja, tentang apapun yang ia alami dan dapatkan di tempat kerjanya yang baru itu. Teman kerja, jaminan kerja, perjalanan menuju tempat kerja, kompensasi pegawai, dan segala sesuatu yang behubungan dengan pekerjaan barunya.
“Pegawai boleh loh memasang behel gratis sebagai kompensasi dari pihak Bank, agar gigi tetap kelihatan rapi, apalagi sebagai teller yang notabene bertatap muka dan berkomunikasi setiap hari dengan nasabah…..” cerita kakaku riang.
Tentunya, penampilan menjadi modal utama untuk para front officer di berbagai perusahaan, seperti teller ataupun customer service pada bank, sekretaris ataupun public speaker pada perusahaan-perusahaan, atau stewardess pada perusahaan penerbangan yang disupply seluruh peralatan make-up nya secara lengkap dan terus menerus (untuk menunjang penampilannya, tentunya) dan lain lain. Dan akan lebih terpacu semangat dari pada pegawai-pegawai tersebut untuk melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal, karena telah didukung dan ditunjang penampilannya oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
“Ga ketinggalan, pegawai juga diberikan pembiayaan bila terjadi suatu keadaan dimana ia harus dirawat di Rumah Sakit, termasuk pembiayaan kamar VIP, merata ke semua pegawai……”
memang hal yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja para pegawai sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab pemilik perusahaan yang memperkerjakan karyawannya. Dan berbagai cara yang berbeda diterapkan oleh perusahaan untuk menjamin kesehatan pegawainya.
Waaahh……….. kalau sudah diberi keistimewaan seperti ini, apalagi yang dipikirkan selain bekerja dengan sebaik-baiknya demi kemajuan dan kelangsungan perusahaan tempat kita mencari nafkah untuk kesejahteraan hidup?
Kompensasi-kompensasi seperti di atas memang sangat diperlukan, mengingat pegawai adalah asset dan ujung tombak dari suatu perusahaan. Tanpa pegawai, suatu perusahaan tidak mungkin dapat maju dan berkembang seperti yang diharapkan pemilik perusahaan tersebut. kompensasi juga dapat memacu semangat kerja dari para pegawai, serta mencegah timbulnya niat untuk mencari kompensasi lain yang lebih baik dengan pindah ke perusahaan lainnya. dengan kata lain, kompensasi dapat dipergunakan untuk me- maintain pegawai dan sekaligus memperkuat ketangguhan mereka dalam bekerja. Kesejahteraan pegawaipun merupakan tanggung jawab pemilik perusahaan dan sudah sepatutnya terjadi take and give antara pengusaha dengan pegawai yang bekerja untuknya..
Selepas sidang Tugas Akhir, kakakku dengan sigapnya segera meletakkan CV dan surat lamaran nya ke berbagai lowonga kerja yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya, serta kemampuan dan juga pengalaman yang telah dialaminya. Berhubung kaka ku adalah lulusan dari suatu fakultas yang berspesifikasi perbankan, ia pun memaksimalkan pengiriman CV dan juga lamaran kerjanyake lembaga-lembaga bank baik melalui cara konvensional seperti mengirim lewat pos dan juga dengan cara yang lebih simple dan modern seperti pengiriman lewat e-mail yang saat ini banyak dipergunakan oleh perusahaan- perusahaan.
Satu per satu lamaran pekerjaan kaka ku tersebut mulai menuai hasilnya. Kaka ku di panggil untuk mengikuti serangkaian tes penyeleksian dan juga wawancara (bagian paling menentukan) untuk diterima menjadi salah satu pegawai. Berbagai bank seperti bank Mandiri, bank BTN, dan bank Danamon memanggilnya dalam waktu yng berlainan untuk mengikuti seleksi dengan cara yang berbeda- beda pula.
Petualangan seorang lulusan D3 Perbankan dalam mencari pekerjaan dimulai dari bank Mandiri. Bank Mandiri adalah salah satu bank terrbesar di Indonesia, dengan predikat yang berat tersebut mau tidak mau mengharuskan pihak-pihak dari bagian pemgembangan sumber daya manusia, untuk mendapatkan sumber daya- sumber daya manusia yang berkualitas baik secara fisik maupun intelektual (menurut pandangan saya). Kaka ku yang notabene lulusan D3 pun harus menerima keputusan bahwa ia tidak diterima menjadi pegawai bank Mandiri (bagian teller), karena:
Panggilan berikut nya berasal dari bank BTN. Lebih unik lagi tahap penyeleksiannya. Penyeleksian dilakukan tidak dalam satu hari. Jadi hari pertama para pelamar kerja dipanggil untuk diseleksi di suatu tempat, dan dilakukan seleksi berikutnya di hari lain bagi yang lolos seleksi pertama (jeda harinya bisa semingguan lohh). Tempat penyeleksiannya pun berbeda-beda dari awal yamg berlokasi di Tanah Abang, kemudian seleksi kedua berlokasi di daerah Kemang, seleksi ke 3 dan ke 4 yang berlokasi di UI salemba, serta sampai tahap seleksi ke 5 (yamg kebetulan saya tidak ingat) yang boleh diikuti kaka ku. Dari tahap ini kaka ku menunggu untuk keputusan selanjutnya dalam waktu yang sangat lama-bagi seorang lulusan baru yang gencar- gencarnya mencari pekerjaan.
Tunggu punya tunggu berderinglah telepon dari seorang pria yang kenmudian diketahui adalah salah satu staff pengembangan sumber daya manusia yang memberikan informasi bahwa kakaku berhak mengikuti tahap seleksi untuk bank Danamon. Seperti halnya Bank BTN, Bank Danamon pun melakukan tahap seleksi yang memakan waktu beberapa hari, namun tidak sepanjang proses dari bank BTN. Pada Bank Danamon ada 4 tahap menuju diterimanya menjadi pegawai.
Tahap- tahap tersebut dapat dilalui dengan baik oleh kaka ku, dan akhirnya pada awal November 2009, ia boleh memlai melaksanakan training sebagai teller di Bank Danamon sesuai dengan pendidikan yang ia rajut selama 3 tahun. Hmmmmm……………
sekarang-sekarang ini sedang gencar-gencarnya usaha dari sekelompok manusia untuk membahas tentang sumber-sumber kehidupan di dunia yang mulai berkurang dan bahkan cenderung habis. namun, bukan sekedar membahas, merekapun juga turut ikut serta dan turun langsung dalam usaha-usaha yang dapat membantu perpanjangan usia dari sumber-sumber daya yang mulai habis itu. diantaranya, penanaman 1000 pohon, one man one tree, mendaur ulang sampah-sampah non-organik, atau yang lebih sederhana sekalipun dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan.
bagaimana dengan kita??
tentu banyak yang dapat kita lakukan untuk turut serta memperpanjang usia sumber-sumber daya itu. salah satunya benda yang paling dekat dengan kita setiap hari, ponsel atau handphone….
caranya?
dengan langkah-langkah sederhana seperti di atas telah membuat kita turut membantu menghemat energi listrik. ingat!!! usaha sekecil apapun dapat menghemat sumber-sumber energi yang hampir habis…
lihat juga http://duniamahasiswa.blogspot.com/2009/09/cahaya-di-krisis-energi.html
Contoh Transaksi :
01/07/2009
Bagian gudang mengirim surat kepda bagian pembelian untuk ditujukan kepada JAVA INSTRUMENT untuk membeli paket ASUS P5B-VM, VGA AS-EN72 masing-masing 5 paket dengan harga Rp 1.516.000, Rp 449.000 dan MAXTOR 160G, SIMBADA SPK -66 dan MOUSE masing-masing 8 unit dengan harga Rp 551.000, Rp 375.000 dan Rp 30.000. Barang akan diterima tanggal 08/07/2009 melalui FedEx dengan ongkos angkut Rp 500.000.
03/07/2009
Surat permohonan untuk JAVA INSTRUMENT telah disetujui dan diubah menjadi pesanan dengan No. PO – 1101, perusahaan membayar uang muka sebesar Rp 8.000.000.
04/07/2009
Perusahaan melakukan pembelian langsung kepada PERMATA SOLUTION berupa barang SEAGATE 160G dan COMBO S-52x @ 5 unit dengan harga Rp 537.000 dan Rp 240.000. Dengan No. Faktur PS-3125, dan dibayar saat itu juga.
06/07/2009
Perusahaan menerima tagihan dari DRACO INTERNASIONAL dengan No.Invoice DI-5973 atas perawatan instalasi dan jaringan rutin dilakukan setiap bulannya sebesar Rp 250.000 yang dibayar setiap tanggal 18 setiap bulannya.
08/07/2009
Perusahaan menerima barang dari JAVA INSTRUMENT atas PO-1101 dengan no. faktur JI-0408 dan tidak ada perubahan kuantitas maupun harga.
10/18/2009
Setelah diadakan pengecekan secara mendetail terhadap barang yang diterima dari tanggal 08/07/2009 ternyata terdapat 2 unit MAXTOR 160G dan 1 unit SIMBADA SPK – 66 yang rusak dan barang tersebut dikembalikan kepada JAVA INSTRUMENT melalui DHL dengan no.return PR – 1015. ongkos kirim sebesar Rp 80.000.
18/07/2009
Perusahaan membayar tagihan rutin no. DI-5973 kepada DRACO INTERNASIONAL atas perawatan instalasi jaringan no. bukti bayar PLD-4812.
Pasar adalah setiap hubungan yang terjadi antara pembeli dan penjual pada suatu produk tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan sifat danbentuknya, pasar dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu :
pasar dengan persaingan sempurna ( perfect competitive market )
pasar dengan persaingan tidak sempurna ( imperfect competitive market ), yang meliputi :
Setiap struktur pasar memiliki ciri-ciri umum yang dapat diantisipasi oleh Koperasi apabila ingin memasuki pasar global yang saat ini kondisi persaingannya sangat keras. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut :
Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna
Ciri-ciri Pasar Pesaingan Sempurna :
Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
Banyaknya penjual dan pembeli menyebabkan masing-masing pihak tidak dapat mempengaruhi harga. Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Dengan demikian, pengusahalah yang menyesuaikan usahanya dengan harga pasar yang telah ada. Demikian pula konsumen secara perorangan tidak dapat mempengaruhi harga pasar dengan jalan memperbesar atau memperkecil jumlah pembeliannya.
Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
Produk yang ditawarkan adalah sama dalam segala hal. Dalam pikiran pembeli, masing-masing hasil produksi suatu perusahaan dilihat sebagai sebuah substitusi yang sempurna untuk hasil produksi dari perusahaan lain di pasaran. Akibatnya penentuan pembelian oleh konsumen tidak tergantung kepada siapa yang menjual produk tersebut.
Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
Masing-masing penjual ataupun pembeli mempunyai kebebasan untuk masuk dan keluar pasar. Tidak turut sertanya salah satu pengusaha atau pembeli dalam pasar tersebut, tidak akan berpengaruh kepada harga pasar, karena jumlah produk yang ditarik/dibeli sedemikian kecilnya sehingga dapat diabaikan jika dibandingkan dengan total produk yang terdapat di pasar.
Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna
Para penjual dan pembeli mempunyai informasi yang lengkap mengenai kondisi pasar, struktur harga, dan kuantitas barang yang sesungguhnya. Keterangan ini mudah didapat dan tidak memerlukan biaya yang besar (costless).
Berdasarkan kondisi di atas, dapat diamati keseimbangan / ekuilibrium dari suatu badan usaha koperasi untuk jangka waktu pendek, menengah, dan jangka panjang. Dalam struktur pasar persaingan sempurna, harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan (demand) dengan penawaran (supply). Oleh sebab itu, perusahaan yang bersaing dalam pasar persaingan sempurna disebut penerima harga (price taker). Jadi apabila koperasi masuk dan menjual produknya ke pasar yang mempunyai struktur bersaing sempurna, maka koperasi hanya dapat mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya. Koperasi tidak akan dapat mempengaruhi harga, walaupun seluruh produk anggotanya dikumpul dan dijual melalui koperasi.
Oleh karena itu, persaingan “harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar bersaing sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka koperasi harus mampu bersaing dalam hal “biaya”. Menurut konsepsi koperasi, biaya produksi akan dapat diminimumkan berdasakan skala ekonomi, baik sebagai koperasi produsen maupun konsumen.
Koperasi Dalam Pasar Monopoli
Ciri-ciri Pasar Monopoli :
Perusahaan penjual atau yang menghasilkan produk hanya satu
Sehingga konsumen tidak dapat memperoleh produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan monopoli ini di pengusaha atau produsen lainnya.
Tidak ada produk substitusinya
Artinya tidak dapat digantikan penggunaannya oleh produk lain. Tidak ada produk lain yang serupa serta dapat memberikan jasa yang diperlukan.
Konsumen produk yang monopoli adalah banyak
Sehingga yang bersaing dalam pasar produk tersebut adalah konsumen, sedangkan pengusahanya bebas dari persaingan.
Dari sudut cakupan monopoli, ada yang bersifat lokal, regional, dan nasional. Contohnya :
Lokal : KUD à sebagai penyalur tunggal Kredit Usaha Tani (KUT) dan pupuk.
Regional : PDAM à penyediaan air minu bersih yang dimonopoli oleh PDAM setempat.
Nasional : PLN à monopoli di bidang pelayanan listrik
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, sepertinya agak sulit bagi koperasi untuk menjadi pelaku monopoli di masa yang akan datang, baik dalam cakupan local, regional maupun nasional. Dilihat dari prospek bisnis di masa yang akan datang, struktur pasar monopoli tidak akan banyak memberi harapan bagi koperasi. Selain adanya tuntutan lingkungan untuk menghapus yang bersifat monopoli, pasar yang dihadapi akan semakin terbuka untuk persaingan.
Koperasi Dalam Pasar Monopolistik
Ciri-ciri Pasar Monopolistik :
Penjual atau pengusaha dari suatu produk adalah banyak, serta jenis produk yang beragam
Misalnya produk rokok, rokok diproduksi oleh banyak pengusaha, dan setiap pengusaha satu sama lain bersaing secara tidak sempurna.
Produk yang ditawarkan tidak sama dalam segala hal. Akibatnya penentuan pembelian oleh konsumen tergantung kepada siapa yang menjual produk tersebut. Disini, perusahaan-perusahaan terpacu untuk terikat dalam persaingan non-harga, misalnya melalui periklanan dan tipe lain dari promosi, karena produk yang dihasilkan tidak sejenis dan para pembeli atau konsumen tidak mengetahuinya.
Ada produk substitusinya
Dapat digantikan penggunaannya secara sempurna oleh produk lain. Ada produk lain yang serupa yang dapat memberikan kepuasan yang sama.
Keluar atau masuk ke industri relative mudah
Harga produk tidak sama di semua pasar
Tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjual, karena penjual atau pengusaha dalam pasar ini adalah banyak sehingga konsumen yang harus menyesuaikan dalam hal “harga”.
Pengusaha dan konsumen produk tertentu sama-sama bersaing
Tetapi persaingan tersebut tidak sempurna, karena produk yang dihasilkan tidak sama dalam banyak hal. Produk pengusaha yang mana yang akan menduduki tempat monopolistic, ditentukan oleh konsumen produk tersebut dan bukan pengusahanya. Untuk menentukan bentuk pasar dari suatu produk perusahaan, sangat tergantung kepada pembedaan (diferensiasi) produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dengan produk pengganti yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Semakin kecil/sedikit perbedaannya, maka lebih cenderung ke pasar persaingan sempurna. Sebaliknya, semakin jauh jarak perbedaannya maka semakin cenderung ke arah bentuk pasar monopoli.
Oleh karena itu, apabila koperasi ingin memaksimumkan keuntungannya dalam struktur pasar monopolistic, maka secara teoritis, koperasi harus mampu menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan yang dihasilkan oleh pengusaha lain. Tentu strategi dan taktik bisnis dalam promosi, sedikit banyak sangat menentukan perbedaan tersebut.
Koperasi Dalam Pasar Oligopoli
Jenis-jenis pasar oligopoly:
Pasar oligopoly murni
Barang yang diperdagangkan sama fisiknya (identik), hanya berbeda merknya saja
Pasar oligopoly dengan pembedaan (differentiated oligopoly)
Barang yang diperdagangkan dapat dibedakan. Perusahaan mengeluarkan beberapa produk untuk piihan konsumen.
Ciri-ciri pasar Oligopoli:
Terdapat banyak pembeli di pasar
Umumnya dalam pasar oligopoly adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar besar dan merupakan kebutuhan sehari-hari, seperti semen, Provider telefon selular, air minum, kendaraan bermotor, dan sebagainya.
Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar
Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja (konglomerasi), Karena ada ketergantungan dalam perusahaan tersebut untuk saling menunjang. Contoh: bakrie group memiliki pertambangan, property, dan perusahaan telefon seluler (esia)
Produk yang dijual bisa bersifat sejenis, namun bisa berbeda mutunya.
Perusahaan mengeluarkan beberapa jenis sebagai pilihan yang berbeda atribut, mutu atau fiturnya. Hal ini adalah alat persaingan antara beberapa perusahaan yang mengeluarkan beberapa jenis produk yang sama, atau hamper sama di dalam pasar oligopoli
Adanya hambatan bagi pesaing baru
Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa pasar besar akan memainkan peranan untuk menghambat perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut. Diantaranya adalah bersifat kolusif, dimana antar pesaing dalam pasar oligopoly membuat beberapa kesepakatan masalah harga, dan lain-lain. Perusahaan baru akan sulit masuk pasar karena produk yang mereka tawarkan meskipun mutu dan harganya lebih unggul, tapi peranan Brand image melalui periklanan mengalahkan hal tersebut
Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen)
Keuntungan yang didapatkan bergantung dari pesaing perusahaan tersebut. Yaitu adanya tarik menarik pangsa pasar (Market share) untuk mendapatkan profit melalui harga jual bersaing sehingga tidak ada keuntungan maksimum.
Advertensi (periklanan) sangat penting dan intensif
Untuk menciptakan brand image, menarik market share dan mencegah pesaing baru.
Peranan koperasi dalam pasar jenis oligopoly.
Regulasi/Price agreement
Untuk mencegah persaingan harga yang ekstrim, beberapa perusahaan atau pemerintah menetapkan aturan mengenai harga standar sehingga tidak ada persaingan harga yang mencolok.
Peran koperasi di didalam pasar oligopoly adalah sebagai retailer (pengecer), dikarenakan untuk terjun ke dalam pasar oligopoly ini diperlukan capital intensive (modal yang tinggi). Koperasi dapat berperan sebagai pengecer produk berbagai jenis dari beberapa produsen. Keuntungan diperoleh dari laba penjualan.
AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang.
artikel yang sangat informatif ini sangat membantu untuk mengetahui lebih detail tentang HIV dan AIDS… klik disini